Pengalaman Konsultasi di Erha

Sekadar informasi kalau butuh referensi untuk ke Dokter Muka (Erha).

Halo, saya Krisna! Wanita dengan kulit wajah berminyak nan sensitif. Punya wajah yang pake ini itu nggak bisa bikin stres, loh! Saya sudah coba produk di pasaran dari yang harganya puluhan ribu sampe ratusan ribu, dari P*nds sampe Shis*-nya The B*dy Sh*p, tapi tetep nggak cocok semua. :’)

Kulit saya makin parah semenjak kuliah di Depok sih, banyak flek hitam dan warna kulit tidak merata karena sering panas-panasan tanpa sunblock. Saya jadi takut kalau mau ngaca, kalau foto pun, saya maunya pakai filter chrome dan diambil di luar ruangan dulu, biar cantik-an (dikit). :’)

Selain wajah, kulit kepala saya juga bermasalah. Sering kalikulit kepalanya menjadi sangat kering dan mengelupas, seperti ketombean tanpa rasa gatal. Makin stres lah saya. :’)

Suatu hari, di akhir Mei, saya memutuskan untuk ke Erha Pondok Indah dan bertemu Dokter Monika –dengan uang pemberian Paman saya-, saya memilih untuk tidak takut berkonsultasi dengan dokter kulit dan mengesampingkan mitos-mitos yang menyebutkan bahwa dokter kulit akan membuat wajah menjadi tipis dan ketergantungan. Saya ingin mengembalikan warna kulit saya dan mengobati kulit kepala saya. Ternyata, kulit kepala saya bermasalah karena saya tidak cocok dengan sampo yang ada di pasaran. :’)

Biayanya berapa, Kak?

            Sampai hari ini, saya sudah kontrol tiga kali (satu kali dalam sebulan). Biaya kontrolnya berbeda, tergantung keluhan dan tindakan yang dilakukan dokter. Pertama kali kontrol, saya mengeluarkan biaya –kalau tidak salah- 1,2juta untuk wajah (satu sabun, dua krim pagi, dan satu krim malam), krim leher (satu), dan perawatan kulit kepala (sampo dan scalp gel). Kulit kepala saya langsung sembuh sejak seminggu perawatan. Saya rasa, kalau untuk kontrol wajah saja, pengeluarannya mungkin hanya 650ribu.

Kontrol yang kedua saya mengeluarkan biaya sebesar 1,1juta untuk ekstrasi komedo dan penyinaran setelahnya, wajah (sabun baru, dua obat minum, obat totol jerawat, dan dua krim malam baru). Kontrol kali ini memang lebih mahal karena ada tindakan pembersihan komedo dan penyinaran wajah oleh dokter. Demi Tuhan, ektraksi komedo itu sebuah tindakan yang sakit banget tapi bikin wajah sehat dan bersih. :’)

Ketiga kali kontrol, saya mengeluarkan biaya sekitar 1Juta hanya untuk konsultasi, peeling wajah, dan membeli krim wajah pasca-peeling. Peeling itu berfungsi untuk meregenerasi kulit wajah dengan cara mengelupaskannya. Rasanya? Tidak sakit, jauh lebih sakit sewaktu ekstrasi komedo, tapi perih. Wajah saya dibersihkan dan diolesi tiga lapisan krim wajah, rasanya sedikit panas. Saya nggak suka peeling karena wajah harus diolesi ketiga krim tadi selama empat jam. Ya, saya tidak boleh cuci muka selama empat jam. Iya, emang nggak nyaman banget. Belum lagi saya tidak boleh cuci muka pakai sabun ber-scrub, juga kulit wajah saya merah dan mengelupas selama seminggu. Akan tetapi, setelah itu, kulit saya berangsur kembali seperti sedia kala (baca: sebelum sejelek di Depok).

Mahal banget, Kak.

            Mahal itu relatif, sih (Tanpa berniat sombong dan lagipula ke dokternya kan dibayarin Paman). Menurut saya pribadi, krim mukanya relatif murah per satuannya, kurang lebih hanya delapan puluh ribuan per wadah, saya nggak tahu pasti berapa ukurannya. Selain itu, satu wadah bisa dipakai untuk tiga bulan atau lebih. Ya, memang ada empat krim yang saya gunakan dalam sehari. Sabunnya juga berada di kisaran harga yang sama.

Setiap orang bakal segitu harganya, Kak?

            Ya nggak juga, sih. Untuk konsultasi dengan dokternya kamu hanya perlu mengeluarkan uang 200ribu, itu di luar obat dan krim mukanya, ya. Harga krim muka dan sabunnya sudah saya sebutkan tadi, berkisar delapan puluh ribuan per wadah. Setiap jenis kulit beda-beda, bisa saja kamu hanya perlu satu krim muka pagi, satu sabun, dan satu krim malam.

Tiap bulan perlu kontrol, Kak?

            Ya, nggak juga, tergantung seberapa parah kulit kamu. Kulit wajah saya emang parah banget dan masih dalam masa penyembuhan. Beberapa pasien dokter saya kontrolnya dalam rentang waktu yang beda, kok! Ada yang tiga bulan sekali, empat bulan sekali, atau lebih.

Sejauh ini wajah kakak jadi makin sensitif, nggak? Misalnya jadi makin tipis atau perih kalau terkena matahari.

            Saya rasa tidak, sih. Kulit wajah saya baik-baik saya dan menunjukan perubahan bagus yang wajar. Terkadang saya males pake krim muka kalau ada di rumah, tapi baik-baik aja, tidak seperti kata orang yang bilang apabila krim muka dokter dilepas sehari wajahmu langsung kusam. Saya masih sering terkena paparan sinar matahari, kok. Pergi ke Dufan siang bolong misalnya, tapi wajah saya baik-baik saja. Tidak perih pun merah seperti kepiting rebus.

Semoga membantu, ya! Kalau mau tanya lebih jauh soal Erha boleh banget. Berbagi pengalaman~

Ps: Saya nggak dibayar sama Erha pun sama dokter saya buat nulis review ini. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s