Teman (Tidur)

Aku tidak suka kamu jalan dengan Bimo, Gusti, Cakra, atau siapapun.”

“Jangan menggoda pria terlalu sering, Cannisa.”

“Jangan lupa makan. Aku nggak mau kamu sakit.”

“Kamisol kamu bagus. Baru, ya? Kok aku nggak pernah lihat?”

“Kamu mau satu ronde lagi, nggak?”

“Jangan pergi jauh-jauh. Aku nggak suka kehilangan.”

“Aku anterin ke dokter, ya?”

“Nis, bangun bentar, dong. Dompet aku di bawah badan kamu”

 

“Aku cinta kamu, Bram.”

 

Maaf, Nis. Kita cuma teman. Lagipula bulan depan aku mau nikah sama Vina.”

 

“Aku kira kamu juga cinta aku, Bram. Kamu cium aku. Kamu perhatian sama aku.”

 

“Orang gak perlu jatuh cinta buat have sex, Nis. Kamu aja yang terlalu baper jadi cewek.”

           

Gimana kalau aku hamil?”

 

“Nggak mungkin. Aku selalu main aman. Ya kalau kamu hamil, gugurin!.”

 

            Bajingan!”

 

Aku nggak pernah maksa kamu. Kita suka sama suka. Lagian siapa suruh gampang banget tidur sama orang lain. Jangan hubungin aku lagi. Masa depan aku bukan sama kamu, Pelacur!”

 

Photo Credit: unknown from Tumblr.

Advertisements

One thought on “Teman (Tidur)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s